Belajar Pemrograman C++ Seri 7 : Konsep Array

Belajar Pemrograman C++

Halo calon programmer!

Setelah pada materi sebelumnya kita sudah mempelajari struktur kontrol perulangan, kali ini kita akan membahas konsep array serta bagaimana tata cara penulisan array. Terus cermati materi berikut ini.

Belajar Pemrograman C++
Belajar Pemrograman C++

Apa itu array?

Secara sederhana, array atau dalam bahasa Indonesia “larik” merupakan sebuah variabel yang bisa digunakan untuk menyimpan lebih dari 1 nilai. Jika biasanya kita selalu menggunakan 1 variabel untuk menampung 1 nilai, misalnya pada kode :

 int angka = 100; 

Variabel angka dengan tipe data integer tersebut hanya bisa digunakan untuk menyimpan 1 angka saja, bukan? Lantas bagaimana kalau kita butuh menyimpan 10 data angka yang sama-sama bertipe integer. Haruskah kita menyimpannya dengan metode seperti berikut ini?

 int angka1 = 100;
int angka2 = 70;
int angka3 = 80;
int angka4 = 55;
int angka5 = 40;
int angka6 = 90;
int angka7 = 30;
int angka8 = 20;
int angka9 = 50;
int angka10 = 80; 

Begitu melelahkan, bukan? Itu belum termasuk menampilkan semua datanya menggunakan perintah “cout”. Pasti harus dituliskan seperti ini secara manual.

 cout << angka1;
cout << angka2;
cout << angka3;
cout << angka4;
cout << angka5;
cout << angka6;
cout << angka7;
cout << angka8;
cout << angka9;
cout << angka10; 

Tambah tidak efektif, bukan? Kalau seperti ini caranya, hidup seorang programmer tidak akan mudah.

Jeng jeng… hadirlah array sebagai penyelamat 😀

Karena array bisa digunakan untuk menyimpan banyak nilai dengan jenis yang sama, misal seperti di atas tipenya bilangan bulat semua, kita hanya perlu membuat 1 variabel array dan menuliskan semua nilainya di dalam variabel tersebut.

Ada 2 cara penulisan array. 

Cara pertama menuliskan array

Kita mulai dari cara pertama yakni menuliskan nama array kemudian memasukkan satu per satu nilainya, lalu kita coba tampilkan isi datanya menggunakan array dengan cara yang lebih “elegan”menggunakan struktur kontrol perulangan.

 #include <iostream>
using namespace std; 

int main() { 
// membuat array bernama “angka” dengan tipe integer, jumlah maksimal datanya 10 
int angka[10]; 

// mengisikan nilai ke dalam array “angka”. Array dimulai dari index 0 sehingga
// jika datanya berjumlah 10 maka indexnya 0 sampai 9. 
angka[0] = 100;
angka[1] = 70;
angka[2] = 80;
angka[3] = 55;
angka[4] = 40;
angka[5] = 90;
angka[6] = 30;
angka[7] = 20;
angka[8] = 50;
angka[9] = 80;  

// menampilkan nilai pada array “angka”secara manual.  
cout << angka[0] << endl;
cout << angka[1] << endl;
cout << angka[2] << endl;
cout << angka[3] << endl;
cout << angka[4] << endl;
cout << angka[5] << endl;
cout << angka[6] << endl;
cout << angka[7] << endl;
cout << angka[8] << endl;
cout << angka[9] << endl; 

return 0;

Output yang dihasilkan kurang lebih seperti ini :

penulisan array 1
penulisan array 1

Bagaimana? Sudah merasa lebih “smart” karena array? Kita bandingkan cara penulisan array pertama tadi dengan cara berikutnya.

Cara kedua menuliskan array

Cara kedua dalam membuat array diawali dengan menuliskan nama array beserta tipe datanya dan jumlah datanya, lalu menuliskan isi nilainya sekaligus. Cermati kode berikut ini dengan seksama :

 #include <iostream>
using namespace std; 

int main() { 

// membuat array bernama “angka” dengan tipe integer, jumlah maksimal datanya 10
// lalu langsung menuliskan isinya sekaligus
int angka[10] = {100,70,80,55,40,90,30,20,50,80};  

// menampilkan nilai pada array “angka”dengan menggunakan perulangan.
// perhatikan disini ada tulisan “ x < 10” karena index maksimalnya hanya 9. 

for (int x = 0; x < 10; x++) {    
cout << angka[x] << endl;


return 0;

Output yang dihasilkan akan tetap sama hasilnya dengan cara yang pertama :

penulisan array 2
penulisan array 2

Outputnya sama persis!

Kedua cara di atas pada dasarnya sama, tinggal masalah selera saja akan menggunakan cara yang mana. Tetapi dari sisi efektivitas dan efisiensi waktu tentu kita sepakat bahwa cara kedua ini lebih praktis. Faktanya kita akan lebih sering menggunakan cara kedua ini untuk kasus pemrograman sederhana.

Tunggu, saya masih belum paham tentang cara penulisan array tadi. Mengapa ada kurung kotak? Mengapa ada angka di dalam kurung kotak? Kenapa indeksnya mulai dari 0?

Struktur penulisan array

Baiklah, kita cermati tentang struktur penulisan array berdasarkan kasus di atas.

Untuk membuat array, kita harus menuliskan tipe data dan nama variabelnya seperti biasanya. Tetapi karena ini array maka kita perlu menambahkan kurung kotak [ ] setelah nama variabel. Kurung kotak ini memiliki fungsi :

  1. Menunjukkan jumlah data maksimal yang dibisa ditampung dalam array
  2. Menunjukkan jumlah dimensi sebuah array, apakah 1 dimensi atau lebih. Jika kurung kotaknya 1 pasang, berarti array 1 dimensi. Jika kotaknya 2 pasang, berarti array 2 dimensi. Dan seterusnya.

Jadi ketika kita ingin membuat sebuah variabel array bernama “daftarnama” dengan tipe data “string” berjumlah maksimal 5 nama, maka penulisannya jadi seperti ini :

 string daftarnama[5]; 

Kalau kita menuliskan nama-namanya secara manual maka kodenya menjadi :

string daftarnama[5]; 

daftarnama[0] = “ismail”;
daftarnama[1] = “yahya”;
daftarnama[2] = “ilyas”;
daftarnama[3] = “musa”;
daftarnama[4] = “daud”; 

Tetapi jika kita ingin menuliskannya dengan cara yang lebih praktis lagi, kodenya bisa kita tuliskan singkat saja :

 string daftarnama[5] = {“ismail”,”yahya”,”ilyas”,”musa”,”daud”}; 

Mengapa kali ini tulisan nama diapit oleh tanda petik dua?? Buka kembali materi tentang tipe data dan variabel pemrograman.

Jika kita gambarkan “bentuk” array di atas secara visual, maka bentuk array “daftarnama” adalah seperti berikut :

struktur visual array
struktur visual array

Karena di dalam kurung kotak ada angka 5, maka ada 5 “ruangan” yang bisa diisi. Karena jumlah “ruangannya” ada 5, maka urutan indeksnya dari 0 sampai 4. kan, jumlahnya ada 5. karena ada 5 ruangan, maka kita bisa memasukkan 5 nama ke dalam masing-masing ruangan tersebut.

C++ dan mayoritas bahasa pemrograman menerapkan aturan index array dimulai dari angka 0. pastikan kita selalu ingat dan pahami konsep ini.

Jika kita ingin memanggil “yahya” dari “ruangannya” bagaimana caranya? Kita cek nomor atau index ruangannya. “yahya” berada di ruangan berindeks 1 sehingga kita bisa memanggil dengan perintah :

 cout << daftarnama[1];    // hasilnya “yahya” 

Bagaimana jika kita ingin memanggil “musa”? karena musa berada di index nomor 3, maka penulisannya sama seperti pemanggilan “yahya” di atas. Hanya angkanya diganti 3.

Perlu diingat, yang digunakan dalam pemanggilan adalah INDEX-nya. BUKAN POSISI URUTAN DARI DEPAN-nya.

Lantas bagaimana kalau kita memanggil yang ada di index ke-5?

Bagus, saya kembalikan pertanyaannya. Adakah ruangan dengan index nomor 5 alias di posisi urutan keenam? Tidak ada bukan? Makanya hal itu akan mengakibatkan error karena datanya tidak ada. Singkat kata : ghaib 😀

Bermain dengan array untuk kasus sederhana

Mari kita coba membuat program untuk mendapatkan 5 input nama dan 5 input umur secara interaktif. Cermati kode program berikut :

 #include <iostream>
using namespace std; 

int main() { 
string nama[5];
int umur[5]; 

cout << “INPUT DATA” << endl << endl; 

for (int x = 0; x < 5; x++) {   
cout << “masukkan nama ke ” << x + 1 << ” : “;    
cin >> nama[x];     

cout << “masukkan umur ke ” << x + 1 << ” : “;    
cin >> umur[x];     

cout << endl;


cout << “TAMPILAN DATA ” << endl << endl; 

for (int x = 0; x < 5; x++) {    
cout << “nama ke ” << x + 1 << ” adalah ” << nama[x] << endl;   
cout << “umurnya : ” << umur[x] << endl;
}  

return 0;

Tampilan outputnya kira-kira seperti ini :

bermain dengan array sederhana
bermain dengan array sederhana

Nah, dengan menggunakan array, kita bisa menghemat banyak penulisan kode, kan? Itulah mengapa konsep array harus kalian kuasai betul-betul.

Asyiknya lagi, ternyata konsep array tidak hanya ada dalam bahasa pemrograman C++. Bisa dikatakan semua bahasa pemrograman apapun memiliki konsep array. Jadi sekali kita paham konsep array di C++, kita bisa Pe-De menerapkan array dalam bahasa pemrograman lainnya.

Yuk bagikan ilmu ini!

3 tanggapan pada “Belajar Pemrograman C++ Seri 7 : Konsep Array”

Tinggalkan Balasan