Mengapa Calon Programmer Harus Bisa Berbahasa Inggris?

By | Januari 13, 2019

Bahasa Inggris lagi, bahasa Inggris lagi. Kenapa kita harus membahas bahasa Inggris di sebuah blog tentang belajar pemrograman? Dan mengapa pula calon programmer harus bisa bahasa Inggris? Apakah itu penting?

Kalau bukan karena saking pentingnya masalah ini, tentu tidak akan saya tulis, ‘kan? 😀

Calon Programmer
Calon Programmer

Mengapa calon programmer harus berbahasa Inggris?

Singkatnya, jawaban dari pertanyaan tersebut ada 2 :

  1. Agar tidak ketinggalan perkembangan teknologi informasi
  2. Agar bisa mendapatkan standar gaji yang lebih tinggi  

Mari kita bahas satu per satu.

Yang pertama calon programmer harus bisa menguasai bahasa Inggris minimal secara pasif agar tidak ketinggalan perkembangan teknologi informasi. Kok bisa?

Sumber teknologi komputer itu kiblatnya di negara-negara Barat. Amerika contohnya. Banyak teknologi yang dikembangkan oleh orang-orang Barat.

Misalnya untuk tren perkembangan web terkini kita mengenal yang namanya Laravel. Laravel diciptakan oleh Taylor Ottwell, situs dokumentasi resminya berbahasa Inggris. Jika kita hanya mengandalkan buku-buku terjemahan untuk mempelajari Laravel, tentu kita akan ketinggalan.

Contoh lainnya adalah React Native buatan Facebook atau Flutter buatan Google. Jika kita hanya bergantung pada buku terjemahan, kita akan semakin ketinggalan. Di dokumentasi resmi sudah versi 2, bukunya masih versi 1. Lebih baik jika kita berjuang memahami artikel dari sumbernya langsung dan segera menciptakan sesuatu.

Yang kedua agar bisa mendapatkan standar gaji yang lebih tinggi. Perusahaan-perusahaan multinasional seperti Google atau Gameloft membuka kantor cabang di Indonesia. Rata-rata gajinya di atas kebanyakan perusahaan Indonesia.

Untuk masuk perusahaan multinasional seperti itu kita akan dites untuk urusan bahasa Inggris-nya. Soal tes koding yang digunakan memakai bahasa Inggris. Nantinya juga akan bekerja dengan teman-teman yang dari negara lain.

Teman kuliah saya pernah kerja di Gameloft Indonesia kantor Yogyakarta. Disana bahasa yang sering digunakan adalah bahasa Inggris, karena ada orang Argentina-nya juga. Karena harus kontak dengan prinsipalnya yang ada di Amerika atau Perancis sana.

Itu baru bekerja di kantor cabang yang ada di Indonesia, bagaimana kalau kerjanya di Amerika langsung? Wow…

Lalu bagaimana cara agar skill alias kemampuan bahasa Inggris di bidang perkodingan kita meningkat?

Berikut cara yang biasa saya gunakan :

Paksakan diri untuk selalu membaca dokumentasi resmi dari sumber aslinya. Ini dulu pernah disarankan oleh teman kuliah yang super pintar di bidang perkodingan. Dulu saya anggap enteng saran itu, makanya saya kuliah tidak paham. Begitu mencoba memaksakan diri untuk membaca dokumentasi resmi dalam bahasa Inggris, alhamdulillah pengetahuan meningkat.

Cari referensi yang penulisannya singkat, yang to the point.

Saya biasa membaca tutorial dari Tutorials Point, disana artikelnya full English, yang menulis orang India. Bahasa Inggris-nya bagus dan mudah dipahami. Konon kabarnya bahasa Inggris-nya orang India lebih bagus daripada bahasa Inggris-nya orang Inggris. Entahlah, saya belum pernah ke kedua negara tersebut.

Tonton video tutorial pemrograman yang berbahasa Inggris.

Biasanya kita sering menuliskan keyword “tutorial android bahasa Indonesia” atau “tutorial laravel bahasa indonesia”. Kenapa yang berbahasa Indonesia? Maaf bukannya tidak bagus, tapi jumlahnya terbatas. Kalau kita hanya mengandalkan ilmu dari yang berbahasa Indonesia tentu hasilnya hanya sedikit.

Saran saya coba mulai tonton tutorial yang diberikan oleh Edureka, Traversy Media, atau Programming with Mosh. Semuanya channel YouTube. Kalau belum mudeng, paksakan untuk menyelesaikan menontonnya. Yang penting buat kita programmer kan paham kodenya 🙂

Prinsipnya adalah, jangan takut untuk mencoba. Kita coba renungi kata-kata Imam Syafi’i berikut ini :

“Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. Jika engkau tak tahan lelahnya belajar, engkau akan menanggung perihnya kebodohan”.

Yuk bagikan ilmu ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *