Jangan Mengira Menjadi Programmer Adalah Segalanya

Menjadi Programmer Bukan Segalanya

Halo calon programmer!

Menjadi Programmer Bukan Segalanya
Menjadi Programmer Bukan Segalanya

Ini bukanlah sanggahan kalau profesi sebagai programmer tidak bagus. Tidak. Programmer adalah salah satu pekerjaan yang menarik, terutama untuk kamu-kamu yang aktif dan kreatif. Akan tetapi akan ada masanya saat kalian menyadari bahwa menjadi programmer itu bukan segalanya.

Apa maksudnya itu? Mari kita cermati ilustrasi ini.

Budi adalah seorang programmer yang pintar. Dia membuat sebuah website yang bisa digunakan oleh pengguna lajang (jomblowan dan jomblowati) untuk bisa menemukan pasangan hidup terbaiknya berdasarkan minat atau kesukaan yang sama. Hari demi hari si Budi koding, akhirnya di hari yang ke-40 website buatannya selesai.

Sebelum melakukan peluncuran website-nya supaya bisa diakses oleh banyak orang, dia sudah melakukan pengetesan website-nya dengan seksama. Semua informasi yang nantinya dibutuhkan sudah divalidasi. Jika semua form terisi dengan baik, pengguna akan saling terkoneksi sehingga para lajang bisa menemukan pasangannya.

Sampailah pada hari yang ditentukan, dengan percaya diri, si Budi meng-upload websitenya di internet dengan alamat censored (ini hanya ilustrasi). Dia sungguh berharap di awal peluncurannya akan ada puluhan bahkan ratusan orang yang langsung mendaftar.

Detik demi detik, hingga berlalu 24 jam. Kenapa belum ada satu pun orang yang datang berkunjung? Kok bisa? Apa yang salah dengan website keren ini? Semua data sudah valid lho…

Apa yang kurang?

Sebuah produk akan bisa sampai ke konsumen jika bisa dipasarkan dengan bagus. Artinya kita butuh orang marketing. Nah lho, disini lah pentingnya keberadaan teman-teman jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran. Mereka bisa menutupi kekurangan Budi dalam marketing dengan ilmu dan pengalaman yang mereka kuasai. Sampai disini, jangan remehkan jurusan marketing.

Semua perusahaan dunia yang populer sampai di rumah kita pasti punya tim marketing yang hebat.

Setelah menyadari itu, Budi bergerak cepat menghubungi Anto, temannya yang ahli pemasaran. Dengan sigap Anto bergerak promosi, dengan berbagai teknik pemasaran di dunia nyata dan dunia digital, website itu pun berhasil menjangkau 10000 orang dalam waktu sebulan. Luar biasa.

Di bulan berikutnya muncul masalah baru. Website yang awalnya lancar-lancar saja mulai terasa lemot. Upload selfie paling wow yang biasanya hanya butuh hitungan detik kini mulai susah. Ketika berhasil pun yang tampil malah broken image.

Apa lagi yang salah?

Sebuah sistem yang ramai akan membutuhkan media penyimpanan dan bandwidth yang lebih besar seiring bertambahnya jumlah pengguna. Jika dibiarkan apa adanya tanpa perubahan, nasib website keren ini akan berhenti di bulan kedua.

Budi bergerak cepat menghubungi temannya yang lain si Andi, lulusan Teknik Komputer dan Jaringan, untuk membuatkan server dan mengelola penambahan bandwidth dengan segala yang berhubungan dengan itu. Masalah media penyimpanan dan bandwidth pun selesai berkat skill lincahnya si Andi.

Sampai di tahap ini si Budi mulai menyadari suatu hal….

Mengembangkan sebuah sistem tidak hanya masalah koding saja. Jika kita ingin mengembangkannya menjadi suatu perusahaan yang besar, pasti kita membutuhkan bantuan atau keterlibatan banyak orang yang expert di bidangnya.

Contoh kasus lain?

Awal mula Tokopedia hanya 2 orang sampai menjadi Tokopedia menjadi agak besar. Tapi lama kelamaan para pendiri mulai kesulitan mengelola sistem, keuangan dan manajemen perusahaan. Mulailah mereka merekrut karyawan-karyawan baru untuk menopang operasional perusahaan.

Jumlah karyawan pun bertambah hingga ratusan. Kantor yang lama pun harus pindah ke lokasi baru yang lebih besar seiring dengan makin banyaknya orang dan semakin mapannya perusahaan setelah mendapatkan dana dari investor.

Dan terkait dengan teknologinya, meski awalnya Tokopedia dikembangkan menggunakan bahasa pemrogramn Perl. Saat Tokopedia menyewa seorang expert dari India sebagai seorang Chief Technology Officer, sang pendiri harus “merelakan” kode yang ditulisnya dirombak total menjadi bahasa “Go”.

Tidak ada kode yang akan tetap statis. Kode pasti akan terus berubah seiring dengan pertumbuhan teknologi, perkembangan zaman, dan pertambahan kebutuhan pengguna.

Menjadi programmer bisa menjadi satu pilihan, tetapi membentuk tim yang solid dari berbagai bidang keahlian akan mengarahkan kita membuat suatu perusahaan yang sukses.

Yuk bagikan ilmu ini!

1 tanggapan pada “Jangan Mengira Menjadi Programmer Adalah Segalanya”

Tinggalkan Balasan